Beberapa Rumah Adat Yang Ada di DKI Jakarta

arsitekterbaik.com – Jika mendengar tentang daerah istimewa jakarta yang sekaligus menjadi ibu kota negara, mungkin yang ada di pikiran kita adalah sebuah kota metropolitan yang dipenuhi dengan gedung-gedung tertinggi. Namun dibalik kemewahan daerah istimewa tersebut menyimpan sebuah sejarah yang masih dikenal oleh banyak orang hingga saat ini.

Beberapa Rumah Adat Yang Ada di DKI Jakarta
Beberapa Rumah Adat Yang Ada di DKI Jakarta

Sebab Jakarta sendiri sebenarnya didominasi oleh warganya yang asli dari suku betawi. Dimana suku tersebut memiliki kebudayaan yang khas dari sebuah hunian atau rumah adatnya, yang dikenal sebagai rumah kebaya. Rumah tersebut juga termasuk rumah adat Dki Jakarta, karena wilayah Jakarta sendiri umumnya dihuni oleh sebagian besar dari suku betawi.

Rumah-Rumah Adat di Wilayah Dki Jakarta

Namun mungkin banyak yang belum tahu bahwa sebenarnya ada beberapa rumah tradisional adat yang sudah ada di wilayah Dki Jakarta. Dimana rumah-rumah ini memiliki karakter dan struktur dari tiap jenis rumahnya yang berbeda-beda. Bahkan sejarah dan filosofi yang ada di dalamnya pun juga tidak memiliki arti yang sama. Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa rumah adat dari Dki Jakarta.

1. Rumah Bopang Atau Kebaya

Dari keempat jenis rumah yang ada di wilayah Dki Jakarta, rumah kebaya memang menjadi salah satu rumah adat yang sudah banyak dikenal di seluruh nusantara. Sesuai dengan namanya, rumah ini merupakan asli dari suku betawi yang terinspirasi dari kebaya. Sebab jika dilihat dari arah samping rumah tersebut sangat mirip dengan bentuk pelana atau lipatan pada rok kebaya.

Dari setiap sudut yang ada, rumah kebaya memang memiliki banyak ornament, dengan identitasnya yang khas dan tidak ada duanya. Sebagai contohnya adalah bagian gigi belakang yang menggambarkan sebuah simbol dari suku betawi. Yang memegang teguh  prinsip kerja keras dan kejujuran seperti seekor belalang.

2. Rumah Panggung

Tak jauh berbeda dengan rumah adat sebelumnya, bahwa rumah yang satu ini juga asli dibuat oleh orang-orang betawi. Yang tinggal di daerah pesisir pantai di wilayah Jakarta. struktur dari rumah jenis ini memang dibuat berbentuk panggung. Dengan tiang kayu untuk menyangga bagian rumah utama. Penyangga ini dibuat dengan maksud untuk menghindarkan dari ombak tinggi dan luapan air laut.

Untuk bagian penyangganya, masyarakat setempat menggunakan tiang kayu atau bambu yang disusun sedemikian rupa untuk bisa menopang struktur bangunan tersebut. Sementara tinggi penyangga pada rumah tersebut umumnya sekitar 1 sampai dengan 1,5 meter di atas permukaan tanah. Dan banyaknya penyangga yang digunakan juga tergantung dari keadaan bangunan.

3. Rumah Joglo

Rumah joglo yang yang satu ini sudah jelas berbeda dengan rumah joglo yang menjadi khas daerah jawa tengah. Sebab rumah joglo tersebut sudah menjadi khas dari suku betawi yang memiliki kemiripan dengan bentuk atap bangunan rumah adat khas jawa. Namun bedanya terletak pada tidak adanya tiang penyangga seperti joglo khas jawa tengah.

Berbeda dengan rumah panggung yang hanya ada pada wilayah pesisir pantai saja, rumah joglo ini lebih umum dibangun di wilayah perkotaan. Namun seiring dengan berjalannya waktu, rumah jenis ini sudah mulai menyesuaikan dengan lingkungan yang ada di sekitarnya. Mengingat di era modern seperti halnya saat ini sangat disayangkan karena masyarakat lebih memilih membangun rumah ke konsep modern.

4. Rumah Gudang 

Rumah gudang merupakan salah satu rumah tradisional betawi yang sampai saat ini belum tersentuh oleh budaya lain. Hal ini bisa terjadi karena posisi dari rumah ini lebih berada di tempat terpencil, dan bahkan sudah sangat sulit untuk ditemukan. Konsep pada rumah gudang umumnya berbentuk persegi panjang, dan di bagian atapnya lebih seperti pelana kuda.

Di bagian depannya, dibuat sebuah atap miring yang menyerupai topi atau sering disebut markis. Fungsi dari markis sendiri sebenarnya untuk menghalau sinar matahari dan air hujan. Agar tidak masuk secara langsung ke dalam rumah. Dilihat dari bagiannya, rumah gudang hanya memiliki 2 bagian saja, yakni bagian depan dan ruang bagian tengah.

Baca Juga : Nama Rumah Adat Betawi dan Filosofi yang Wajib Anda Ketahui!

Itulah beberapa rumah adat DKI Jakarta yang saat ini sudah mulai berkurang keberadaannya. Namun kita sebagai pewaris bangsa harus selalu mengingat dan mewariskan kebudayaan-kebudayaan daerah agar tidak hilang sepenuhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *