Filosofi Dibalik Rumah Gadang Rumah Adat Sumatera Barat yang Fenomenal

arsitekterbaik.com – Rumah Gadang merupakan rumah adat Sumatera Barat yang memiliki fungsi untuk tempat tinggal sekaligus tempat bermusyawarah bagi keluarga, pengadaan upacara, warisan nilai adat dan penggambaran kebudayaan matrilineal. Meskipun demikian, hunian ini dianggap suci bagi masyarakat Minangkabau.

Filosofi Dibalik Rumah Gadang Rumah Adat Sumatera Barat yang Fenomenal
Filosofi Dibalik Rumah Gadang Rumah Adat Sumatera Barat yang Fenomenal

Filosofi Rumah Adat Sumatera Barat

Rumah Gadang memiliki nilai filosofi tinggi dan dianalogikan sebagai kapal. Bentuknya kecil di bagian bawah serta besar di atas. Bentuk atap hunian demikian memiliki bentuk melengkung ke atas, berbentuk mirip setengah lingkaran serta berasal dari daun nipah.

Hunian ini berbentuk tanduk kerbau dengan jumlah lengkungan sebanyak empat maupun enam dari satu lengkungan menuju depan hunian.

Tiap elemen rumah Gadang mempunyai makna tersendiri dari unsur-unsurnya meliputi, Gonjong, Singkok, Pereng, Anjuang, Dindiang Ari, Dindiang Tapi, Papan Banyak, Papan Sakapiang dan Salangko.

Gonjong Ciri Khas Rumah Gadang

Bentuk Gonjong memang unik serta menjadi salah satu ciri hunian khas Minangkabau, bahkan diaplikasikan pada hunian modern suku minang. Dahulunya, atap rumah Gadang terbuat dari bahan ijuk dengan ketahanan hingga mencapai puluhan tahun. Namun, belakang atap hunian banyak digantikan dengan memakai atap terbuat bahan seng.

Bentuk Gonjong meruncing dianalogikan berupa harapan untuk menggapai Tuhan. Sedangkan, dindiang secara sederhana dibuat potongan anyaman bambu sebagai perlambang kekuatan dan utilitas dari aktivitas masyarakat Minangkabau.

Hal itu seperti simbol setiap individu menjadi bagian dari masyarakat lebih besar sekaligus tidak berdiri secara mandiri.

Selain itu, masyarakat juga beranggapan bahwa atap gonjong memiliki simbol tanduk kerbau, pucuk rebung, simbol kapal serta tanda dari bukit. Tidak hanya itu, simbol kerbau dinilai sebagai hewan memiliki kaitan erat dengan Minangkabau.

Sedangkan, pucuk rebung adalah salah satu makanan adat minang. Kapal merupakan simbol orang minang yang dianggap rombongan Iskandar Zulkarnaen sedang berlayar serta bukit menunjukkan bahwa daerah tanah Minangkabau memiliki bukit.

Tidak hanya, gonjong saja yang memiliki makna khusus, pilar tempat tinggal Gadang tersusun atas lima baris dengan berjajar di sepanjang tempat tinggal. barisan ini terbagi atas bagian interior terdiri atas empat ruang panjang yang dikenal sebagai lanjar.

Struktur tersebut di bagian belakang hunian terbagi menjadi kamar tidur. berdasarkan adat, sebuah tempat tinggal gadang harus memiliki paling kecil 5 ruang sekaligus jumlah idealnya terdiri atas sembilan.

Lanjar lainnya dipakai untuk area umum yang dikenal sebagai labuah gajah yang dipakai untuk kegiatan keseharian dan seremonial.

Tempat tinggal ini memiliki bentuk empat persegi panjang serta terbagi atas dua bagian yaitu muka dan belakang. Pada bagian depan dinding dibuat dari bahan papan, sedangkan bagian belakangnya terdiri atas bahan bambu.

Baca Juga : 7 Pilihan Desain Interior Ruang Tamu Minimalis untuk Hunian Anda

Papan dinding terpasang secara vertikal sekaligus papan secara keseluruhan yang menjadi dinding atau bingkai ukiran. Penempatan motif berukir bergantung pada letak susunan papan di bagian dinding rumah adat Sumatera Barat.

Baca Juga:   Mengenal Lebih Jauh Karakteristik Rumah Adat Bali

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *